49 Tahun Pintu Gerbang Neraka Ini Terbuka

oleh -62 views
Gerbang Neraka di Turkmenistan. (Foto: Instagram
Gerbang Neraka di Turkmenistan. (Foto: Instagram)

JOGLOSEMAR-Fenomena alam tidak ada habisnya menyuguhkan keanehan yang sangat menarik. Di Turkmenistan terdapat sebuah fenomena alam unik yang dijuluki Gerbang Neraka.

View this post on Instagram

A post shared by Alex Tomboix (@tomboix)

Tempat ini merupakan sebuah kawah berapi yang berada di tengah-tengah gurun Karakum. Gerbang Neraka ini bernama asli Darvaza Gas Crater.

Pertama kali diidentifikasi oleh insinyur Uni Soviet pada tahun 1971. Awalnya, Darvaza Gas Crater dikira sebuah ladang minyak besar. Para insinyur pun mendirikan rig pengeboran di sana.

Selama proses pengeboran mereka tidak pernah menemukan minyak. Yang ada di sana hanya gas metana. Lahan tersebut kemudian runtuh hingga menjadi gua bawah tanah dan membentuk cekungan dalam.

Ahli geologi membakarnya guna mencegah penyebaran gas metana yang mematikan tersebut. Mereka beranggapan api sisa pembakaran akan bertahan beberapa minggu saja. Nyatanya 50 tahun sudah berlalu dan kobaran api di kawah sedalam 30 meter dan luas 5.350 meter persegi itu terus menyala. Bahkan ahli-ahli geologi tidak bisa memastikan kapan api di Darvaza Gas Crater akan padam.

Suhu kawah api itu mencapai 40 derajat. Pengunjung yang datang diperbolehkan untuk mendekat sampai pagar yang disediakan pihak pengelola. Namun tak banyak juga pengunjung yang tahan berlama-lama berdiri di sana.

Pemerintah Turkmenistan sempat berpikir bahwa Darvaza Gas Crater membuat reputasi negara buruk di mata dunia. Mereka sempat melakukan pembicaraan serius untuk menutup kawah tersebut sepenuhnya.

Siapa sangka kini Darvaza Gas Crater menjadi salah satu tempat wisata paling terkenal di Turkmenistan. Wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut selalu menempatkan kawah berapi ini salah satu tujuan utama mereka.

Selain keunikannya, kawah gas Darvaza juga sangat mengesankan. Meski matahari sedang terik sekalipun, kawah ini akan tetap terlihat terang dan membara. Tapi keindahan Darvaza Gas Crater semakin memukau saat mentari mulai terbenam dan langit mulai gelap.

Fasilitas penunjang di sekitar area pun sudah mulai ada. Mulai dari tempat beristirahat yang berbentuk bangunan tradisional hingga kamar kecil untuk para pengunjung.

Anehnya, Anda tidak akan melihat foto Darvaza Gas Crater dalam promosi pariwisata bentuk apapun di Turkmenistan. Bahkan tur yang ditawarkan beberapa hotel di Ashgabat pun tidak menyediakan informasi terkait Gerbang Neraka. Pemerintah Turkmenistan lebih gencar mempromosikan situs sejarah UNESCO Marv, Nisa, dan Kunya Urgench. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *