Aksi Koboi Oknum Polisi Bripka CS Tembaki 4 Orang, Kenapa Terungkap Adanya Perkara Pelanggaran Prokes?

oleh -103 views
Bripka CS (RMOL/IST)

JOGLOSEMAR-Perkara penembakan empat orang yang dilakukan Bripka CS di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat tak mendapat banyak sorotan. Di balik aksi koboi itu, justru terungkap adanya perkara lain, yakni, pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Melihat benang merah dari pekara ini, bermula saat tersangka CS datang untuk minum alkohol pada pukul 02.00 WIB, Kamis, 25 Februari.

Setelah kurang lebih dua jam berada di kafe itu, oknum polisi CS meninggalkan lokasi. Dia ditagih membayar minuman beralkhol yang sudah diminumnya.

“Tapi sekitar pukul 04.00 karena memang sudah kafe akan tutup, pada saat akan melakukan pembayaran terjadi percekcokan antara tersangka dengan pegawai cafe tersebut,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis, 25 Februari

Cekcok antara Bripda CS dengan pegawai RM Cafe, Cengkareng disebabkan jumlah tagihan yang mencapai jutaan rupiah. Tagihan itu untuk membayar minuman keras (miras) yang diminum tersangka.

“Iya tadi kan sudah saya bilang masalah saat melakukan pembayaran terjadi cekcok karena tidak menerima sehingga pelaku mengeluarkan senjata api,” kata Yusri

Berdasarkan informasi, nilai tagihan pembayaran mencapai Rp3,3 juta. Dengan terjadinya cekcok itu, tersangka langsung mengambil senjata api (senpi) dan menembak empat orang.

“Dengan kondisi mabuk, saudara CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap 4 orang pegawai tersebut. Tiga meninggal dunia ditempat dan 1 yang sekarang masih dirawat di rumah sakit,” kata Yusri.

Yusri memparkan, identitas tiga orang yang merupakan korban tewas, yakni, S sebagai anggota TNI, M dan FSS selaku pegawai RM Cafe. Sedangka, satu orang lainnya berinisial H yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam perkara penembakan ini Bripka CS dipersangkakan dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Sementara, kasus lain, RM Cafe melakukan pelanggaran protokol kesehatan karena beroperasi pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini diketahui setelah Polda Metro Jaya memaparkan kronologis aksi penembakan tersebut.

Disadur dari Kantor Berita RMODKIJakarta, menurut Arifin, untuk mengelabui petugas, pengelola kafe juga mengarahkan pelanggannya untuk parkir agak sedikit menjauh dari lokasi. 

“Jam 9 tutup nggak ada aktivitas tapi jam 11 kemudian dia buka tapi ada akses-akses tertentu yang digunakan,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/2). 

Baca: Pengelola RM Cafe Kelabui Aparat, Ada Akses Tertentu Digunakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.