Gunung Merapi 3 Kali Guguran Lava Pijar Hingga 900 Meter

oleh -93 views
Peta potensi bahaya erupsi Gunung Merapi tanggal 5 Maret 2021. (BPPTKG)

JOGLOSEMAR-Gunung Merapi mengeluarkan tiga kali guguran lava pijar, dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah barat daya, berdasarkan pengamatan pada Minggu (14/3/2021) mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Baca: Ada Kerajaan Peri di Gunung Merapi, Seperti Apakah Itu?

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menuturkan, selain guguran lava pijar, Merapi juga mengalami 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 milimeter (mm) selama 12 hingga 87 detik, empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-3 milimeter (mm) selama 9 hingga 11 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3 milimeter (mm) selama 7 hingga 8 detik pada periode pengamatan yang sama.

Asap kawah terpantau berwarna putih, dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah gunung di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu. Sementara cuaca di gunung tersebut cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup sedang ke arah timur dan barat, dengan suhu udara 13-23 derajat Celsius, kelembaban udara 70-86 persen dan tekanan udara 568-708 mmHg.

Adapun pada periode pengamatan pada Sabtu (14/3) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi mencatatkan 15 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.