Hasil Studi Peneliti di Wuhan, Antibodi Covid-19 Dapat Bertahan Selama 9 Bulan

oleh -158 views
Presiden Jokowi menerima vaksin COVID-19 pertama di Indonesia (Tangkap layar YouTube channel Sekretariat Presiden)

JOGLOSEMAR-Hasil studi terbaru yang dilakukan peneliti di Wuhan, China mengungkap bahwa antibodi Covid-19 mampu menawarkan perlindungan setidaknya selama 9 bulan.

Jurnal medis The Lancet menyebut bahwa sekitar 40 persen pasien Covid-19 di Wuhan, China, memiliki antibodi yang dapat menawarkan perlindungan agar tidak tertular kembali oleh virus corona, setidaknya selama 9 bulan.

Baca: Juknis Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Telah Diterbitkan, Tempat Penyimpanan Vaksin Rusak di Subang?

Studi itu mengatakan bahwa tingkat kemunculan kasus positif Covid-19 di Wuhan hanya mencapai 6,9 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya sebagian kecil dari populasi Wuhan yang tertular Covid-19 usai merebaknya epidemi itu.

Seperti dikutip dari lamam News CGTN, survei seroprevalensi jangka panjang pertama di Wuhan, peneliti menguji antibodi Covid-19 pada 9.500 penduduk usai kebijakan karantina wilayah di kota tersebut dicabut pada April 2020 lalu. Tes sampel darah juga dilakukan pada Juni serta pada bulan Oktober dan Desember untuk memeriksa apakah antibodi itu ada.

Baca: Soal Vaksin, Ribka Tjiptaning: yang mau Digratiskan Semua Rakyat yang mana? Wong ada 5 macam, Rp584 ribu, Rp292 ribu, Rp116 ribu, Rp540 ribu sampai Rp1 juta 80 ribu, Rp 2,1 juta

Studi-studi terdahulu di banyak negara menunjukkan bahwa populasi yang telah tertular Covid-19 yang dihitung berdasarkan kasus positif antibodi serum jauh lebih tinggi dibandingkan kasus penularan sebenarnya.

Studi baru itu menunjukkan bahwa kemungkinan hal ini sebagian besar disebabkan oleh orang yang tertular Covid-19 bersifat tanpa gejala, tidak menjalani tes corona, atau dirawat karena memiliki gejala infeksi ringan.

Selain itu, studi menemukan bahwa antibodi pasien tanpa gejala lebih rendah dibandingkan pada pasien terkonfirmasi Covid-19. Studi ini menggarisbawahi pencapaian luar biasa dalam sistem kesehatan masyarakat China dalam mengendalikan wabah Covid-19 di Wuhan ketika pengujian, pelacakan, dan sumber daya perawatan belum berkembang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.