Jalankan PSBB, Wali Kota Solo Terbitkan Surat Edan Larangan Hajatan

oleh -29 views
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Foto: RMOLJateng)

JOGLOSEMAR-Keresidenan Surakarta siap menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Meliputi Kota Solo, Sukoharjo, Karanganyar,  Sragen, Wonogiri, Klaten serta Boyolali.

“Termasuk yang dilarang adalah Musrenbang, orang punya kerja (hajatan) ini harus ditunda dulu.¬†Untuk Mall jam operasi maksimal minimal jam 19.00 WIB,” ungkap Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (8/1) dikutip dari RMOLJateng.

Baca: Tahun Baru 2021, Wali Kota Solo Berharap Masyarakat Bisa Lebih Nyaman Beraktivitas

Dia melanjutkan, sedangkan untuk pasar traditional akan tetap buka seperti biasa. Namun pusat perbelanjaan modern, ritel-ritel jam 19.00 WIB harus tutup.

“Sementara di perkantoran, resto, angkringan dibatasi hanya 25 persen-nya saja,” imbuhnya. 

Termasuk fasilitas umum seperti Manahan untuk olahraga tetap diatur agar tidak ada kerumunan. Selain itu, dilarang berkumpul lebih dari lima orang.

Rudi panggilan akrab Walikota Solo sampaikan jika ada ASN saat work from home kedapatan keluyuran akan mendapatkan sanksi tegas. Adapun, layanan untuk masyarakat tetap dibuka termasuk dinas kesehatan tidak ada yang WFH. 

“Karena WFH itu bukan liburan, tapi bekerja di rumah. Seandainya setiap saat dibutuhan oleh pimpinan tidak ada alasan baru ganti baju,” tegasnya.

Rudi juga menyebut dampak pemberlakuan PSBB di Jawa Bali, khususnya Solo Raya, sudah diperhitungkan dengan seksama dampak dan risiko.

“Sektor ekonomi pasti terdampak, namun lebih baik kita merugi namun bangsa bisa diselamatkan dari penyebaran Covid-19. Tinggal nanti tanggal 11-25 itu bagaimana. Wong ini tak ubahnya seperti jam malam to,” pungkasnya.¬†(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.