Keributan Dipicu Bendera GBR Direbut OTK di Cirebon, 3 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Hilang di Parepare Warga Geger

oleh -803 views
Warga menunjukkan makam korban COVID-19 udah dibongkar orang tidak dikenal di Tempat Pemakaman Umum, Bilalangnge, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan. FOTO/HO/Antara/Dokumentasi Kecamatan Bacukiki, Parepare.

JOGLOSEMAR-Pihak komunitas GBR meminta masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap anggotanya. Hal itu menanggapi peristiwa keributan yang terjadi di depan gedung BAT Jl Pasuketan, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu.

Rudi selaku Ketua GBR distrik Cirebon kepada radarcirebon.com menjelaskan, peristiwa keributan yang terjadi di depan BAT dipicu dengan dirampasnya bendera GBR olah orang tak dikenal.

“Bahwa kejadian itu bermula saat rombongan melintas ke BAT Jl Pasuketan, Kota Cirebon, bendera komunitas kami direbut oleh orang tak dikenal (OTK) dengan membawa sajam jenis pisau. Pelaku diduga adalah anggota komunitas lain yang memang areanya di daerah BAT,” jelasnya.

Baca: Soal Keributan di BAT, Ini Klarifikasi Pihak GBR

Di Provinsi lain, tiga jenazah korban COVID-19 yang telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum, Bilalangnge, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, hilang setelah makamnya dibongkar oleh orang tak dikenal. Kejadian ini membuat geger warga sekitar.

Selain kuburan tiga jenazah yang hilang tersebut, juga terdapat empat makam korban COVID-19 yang rusak karena dibongkar paksa orang tidak dikenal. 

“Ada tiga makam yang dibongkar dan mayatnya telah diambil. Dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Parepare,” kata ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan membenarkan saat dikonfimasi wartawan, dilansir Antara, Sabtu, 13 Maret.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian segera menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Camat Bacukiki Saharuddin menuturkan, saat ini tim Satuan Tugas COVID-19 Kota Parepare, sedang mencari tahu penyebab hilangnya jasad yang sudah dimakamkan di pekuburan setempat.

Selain itu, Tim Satgas bersama pihak kecamatan telah berkomunikasi dengan keluarga korban guna mencari tahu apa motif pengambilan jenazah itu oleh seseorang yang tidak dikenal.

“Kami tengah berupaya menghubungi semua pihak keluarga yang makamnya terbongkar. Tiga jenazah sudah hilang dan empat makam lainnya jasadnya masih ada. Ada pendapat pro dan kontra, apakah itu hilang atau amblas di dalam tanah, ini yang mau diselidiki,” tutur dia.

Mengenai peristiwa itu, lanjut Sahar, dari laporan warga menemukan beberapa makam sudah terbongkar, lalu melaporkan kejadian itu pada aparat pemerintah pada Kamis, 11 Maret dan ditindaklanjuti pihak kepolisian agar dilakukan penyelidikan lanjutan.

“Ada warga hendak membersihkan pemakaman itu, lalu menemukan beberapa makam korban COVID-19 sudah terbongkar dan dalam keadaan berserakan, lalu melaporkan kejadian itu,”katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.