Mahasiswi Penyumpal Mulut Bayi Baru Lahir dengan Kapur Barus hingga Tewas di RSJ Soerojo, Begini Kronologinya

oleh -182 views
BARANG BUKTI. Koper, plastik yang berisi seprei dan pakaian saat melahirkan. (magelangekspres.com)

JOGLOSEMAR-Aparat Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, menangkap seorang mahasiswi berinisial RH (26) lantaran diduga membunuh bayinya yang baru dilahirkan.

Wanita asal Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, itu mencekik dan menyumpal mulut bayinya dengan kamper atau kapur barus toilet.

Melansir dari magelangekspres.com, Selasa (19/1), kejadian ini dilakukan RH di Asrama Putri  Larasati, Kamar no 3 Kompleks ESJ Prof dr Soerojo Kelurahan Kramat Utara Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang, Senin, (11/1), sekitar pukul 10.15.

“Tersangka RH melakukan ini sendiri,” ujar Pj Kepala Polres Magelang Kota AKBP R Fidelis  Purna Timoranto SIK, SH, MSi melalui Kasubag Humas, Iptu Suharto, Selasa (19/1).

Terungkapnya kasus ini berkat laporan dari pihak RSJ Prof dr Soerojo yang mengetahui ada mahasiswa melahirkan di UGD rumah sakit. Polsek Magelang Utara yang mendapati laporan tersebut langsung mendatangi UGD untuk meminta keterangan.

Saat itu kondisi tersangka RH masih lemas lantaran mengeluarkan banyak darah. Sehingga petugas dengan koordinasi dokter menunggu hingga kondisi baik.

Kepada petugas, RH mengaku menghabisi darah dagingnya saat pergi ke toilet. RH yang merasa mules terkejut saat ada bayi jatuh ke lantai kamar mandi. Saat itu RH langsung memutus tali pusar dengan tangan kanan dan menyumpal mulut menggunakan  kapur barus lalu mencekik bayi dengan panjang 49 cm tersebut hingga meninggal dunia.

Awalnya RH akan menguburkan bayi tersebut di halaman Asrama, namun karena kondisinya yang lemas dia membatalkan rencana tersebut. RH juga sempat menelepon temannya untuk meminta bantuan menguburkan bayi. Kepada temannya dia mengaku mempunyai kistas dan keluar sehingga harus dikubur.

“Awalnya ngaku kista tapi setelah dicek di UGD tenyata melahirkan. Pada pemeriksaan terdapat luka akibat kekerasan benda tumpul pada kepala bagian kanan dan pipi kanan serta luka lecet pada leher dan perut. Kematian bayi sendiri akibat luka cekik,” kata Iptu Suharto.

Dari tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa bed cover, kapur barus, selimut, baju, celana dalam dengan bercak darah serta sebuah koper.

RH diancam hukuman  mlanggar pasar 60 ayat(3), ayat(4), UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paking banyak 3 miliar, pasal 79C UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan atau denda 100 juta seta pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman bselama lamanya 7 tahun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.