Munarman Bukan Orang Sembarangan, Ini Kesaksian Jemaat Gereja HKBP Cinere

oleh -1.281 views
YouTube

JOGLOSEMAR-Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang ditersangkakan sebagai teroris oleh polisi, membuat sejumlah aktivis dan tokoh nasional bersuara lantang menepisnya.

Bahkan, Munarman dianggap bukan orang sembarangan. Hal tersebut terurai melihat rekam jejak ‘tangan kanan’ Habib Rizieq Shihab yang diungkap sejumlah pihak.

Salah satu jemaat Gereja HKBP Cinere, Depok, Roy T Pakpahan meyakini Munarman bukanlah teroris.  Hal tersebut diungkapkan Roy T Pakpahan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Hersubeno Arief.

Munarman disebutnya adalah tokoh demokrasi yang turut menjamin berdirinya gereja HKBP yang waktu itu ditentang pembangunannya meski secara hukum sudah mengantongi izin. 

“Saya kenal Maman (sebutan Munarman) nih sudah lama, jadi sejak zaman dia dan saya di Jakarta. Saya di Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia dan Hak Asasi Manusia, dia juga bergerak di bidang bantuan hukum,” jelas Roy T Pakpahan, Jumat (30/4). 

Menurut Roy, Munarman yang menjadi anggota badan bantuan hukum, banyak memberikan bantuan bagi kelompok-kelompok prodemokrasi yang saat itu banyak ditangkap dan diamankan oleh pihak keamanan saat reformasi. 

“Munarman adalah tokoh demokrasi yang berkontribusi pada saat reformasi,” tegas Roy. 

Roy pun menceritakan terkait dukungan Munarman pada pendirian HKBP Cinere. Dia menceritakan, saat itu ada kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan pembangunan gereja.   

“Waktu itu ada beberapa ormas yang tidak setuju. Padahal surat-surat lengkap dan prosedurnya sudah dilalui,” bebernya.  Roy kemudian menghubungi Munarman terkait masalah itu.

Disampaikan oleh Munarman bahwa kalau semua prosedur sudah dilakukan dan izinnya lengkap ya dibangun saja. 

“Kalau sudah ada proses administrasinya, lengkap izinnya, enggak boleh ditolak begitu saja tanpa argumentasi yang kuat. Kalau ada anggota ormas yang menolak, kontak saja saya,” ungkap Roy menirukan Munarman. 

Akhirnya pembangunan gereja pun berjalan sampai selesai. 

Terkait status Munarman yang saat ini berada di tahanan Polda Metro Jaya karena dugaan kasus terorisme, pemimpin redaksi Law-Justice ini menyatakan tidak bisa seenaknya menuduh orang sebagai teroris. 

Apalagi dengan track record yang jelas seperti yang dimiliki Munarman. 

“Buktinya banyak tokoh prodemokrasi yang tidak percaya dan membela Maman,” jelasnya.

Bahkan, Roy pun tidak terpengaruh dengan adanya orang sampai mengirim karangan bunga ke Mabes Polri, karena Munarman ditangkap. Menurutnya itu bukan hal yang luar biasa.  

“Kita bicara dalam konteks kemanusiaan, kita hargai prinsip asas praduga tidak bersalah. Apalagi belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *