Pemerintah Kota Yogyakarta Salurkan Dana Hibah Pariwisata Rp33 Milyar

oleh -38 views
Sejumlah wisatawan berkunjung ke kawasan Malioboro di Yogyakarta, Jumat (30/10/2020). Pada libur nasional dan cuti bersama pekan ini, wisatawan dari berbagai daerah mulai memadati kawasan Malioboro sejak Kamis (29/10). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

YOGYAKARTA-Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyalurkan dana sebesar Rp 33 miliyar dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf), kepada ratusan pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Yogyakarta.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono mengatakan, setiap pelaku industri pariwisata menerima dana hibah dengan variasi nominal yang berbeda. Nominal tertinggi mencapai Rp 1 miliar, sementara yang terendah di kisaran ratusan ribu rupiah.

“Jumlah yang diterima memang berbeda-beda, karena ditentukan berdasarkan pajak yang telah disetorkan kepada pemerintah,” kata Kadri di Yogyakarta, Kamis (17/12/2020).

Dikatakan, sebanyak 70 persen dana hibah diperuntukkan bagi pelaku pariwisata seperti hotel, maupun restoran, 30 persen sisanya, akan dikelola oleh Dinas Pariwisata Kota Yogya.

Kadri mengatakan, 315 hotel dan restoran telah lolos administrasi. Namun, setelah dilakukan proses verifikasi oleh inspektorat, hanya 292 pelaku usaha yang berhak menerima dana hibah pariwisata dari Kemparekraf.

Dikatakan, Pemkot Yogya belum bisa memastikan, apakah pelaku usaha yang sudah tercoret, bisa diusulkan kembali, terkait masalah pemberkasan, sehingga banyak pelaku usaha yang gagal masuk dalam daftar calon penerima.

“Beberapa hotel dan restoran masuk kategori layak, namun pemberkasannya terlambat. Sedang kami koordinasikan, apakah masih bisa diusulkan lagi, atau tidak,” katanya.

Menurut Kadri, dana hibah tersebut penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pelaku industi pariwisata, terutama untuk menunjang biaya operasional selama pemasukan tersendat saat pandemi Covid-19.

“Dana hibah itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk membayar gaji karyawan, memperkuat pemasaran atau juga bisa untuk menambah fasilitas, namun semua penggunaan dana harus dilaporkan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.