Penampakan Awan Aneh Tebal Memanjang Muncul di Langit Kulonprogo

oleh -135 views
Tangkapan layar fenomena awan mirip ombak di langit Bandara Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, Jumat (15/1/2021). (Twitter @JogjaUpdate)
Tangkapan layar fenomena awan mirip ombak di langit Bandara Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, Jumat (15/1/2021). (Twitter @JogjaUpdate)

JOGLOSEMAR-Awan tebal memanjang muncul di langit Kulonprogo, tepatnya di atas Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Jumat (15/1/2021) pagi tadi. Fenomena alam  berupa awan Arcus ini pun viral di media sosial dan banyak warga yang mengabadikannya.  

Munculnya awal ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di atas pesisir selatan Kulonprogo. Karena terbawa angin, awan berwarna abu-abu ini terus ke utara dan memanjang di atas bandara YIA dari arah barat ke timur. 

Fenomena serupa pernah terjadi di Kabupaten Aceh barat dan Nagan Raya, Meulaboh, Aceh pada 10 Agustus 2020 lalu.

Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG, Deni Septiadi mengatakan fenomena awan Arcus berbahaya bagi dunia penerbangan. Pesawat yang menerjang awan Arcus saat hendak mendarat atau lepas landas bisa mengalami turbulensi yang kuat. Bahkan, pesawat itu berpotensi tersambar petir.

Sebab, awan Arcus yang merupakan jenis awan Cumuliform memiliki ciri pertumbuhan yang cepat, serta dapat menghasilkan angin puting beliung, petir, hujan ekstrem, hingga hujan es.

Meski berbahaya, pesawat Boeing maupun Airbus sudah tidak menggunakan bahan metal, namun menggunakan komposit dan memiliki static discharge yang terpasang di moncong, sayap, serta ekor.

Kemunculan Arcus yang disertai angin dapat membahayakan aktivitas take off atau landing pesawat, karena awan Arcus muncul akibat adanya golakan (ketidakstabilan) udara di atmosfer rendah.

Bila terjadi sekitar bandara maka perlu mendapat perhatian khusus bagi aktivitas penerbangan.

Awan Cumulonimbus (CB) bisa memproduksi downburst (hempasan angin ke bawah dari dasar awan ke permukaan tanah), atau juga angin yang tidak stabil arahnya yang bisa menjadi crosswind, tailwind, dan headwind yg umumnya pilot sudah memahami situasinya sesuai runway bandara.

Diketahui Crosswind, Tailwind dan Headwind adalah proses angin berhembus dari pesawat untuk bantuan landing dan take off.

Awan Arcus adalah awan tambahan yang berkembang dan mati tergantung kepada awan induknya.

Awan Arcus memiliki struktur horizontal yang biasanya terlihat sepanjang front bersama awan Cumulonimbus. Awan Arcus tidak berhubungan dengan kemunculan tornado tetapi dapat mendatangkan hujan atau hujan badai.

Fenomena ini terbentuk jika udara dingin dari dalam sistem badai turun dan menyebar. Udara dingin ini menghambat kenaikan massa udara panas. Ketika udara dingin naik bersamaan dengan udara panas yang lembab, mengalami kondensasi.

Gulungan awan terbentuk karena shear angin, dan bagian luar awan nampak halus sementara bagian dalam awan terlihat kasar karena angin yang kuat. Kemunculan awan Arcus menjadi tanda adanya angin yang kuat akan segera muncul.

Baik Arcus berbentuk gulungan maupun Arcus datar merupakan sebuah peringatan akan adanya hujan badai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.