Pengemudi Sindir Penguasa Terkait Larangan Mudik, Isinya Menyayat Hati

oleh -136 views

JOGLOSEMAR-Pemerintah Indonesia melarang mudik Lebaran 2021 terhitung mulai 6-17 Mei. Aturan ini berlaku untuk semua kalangan tanpa terkecuali.

Kebijakan untuk yang mengalasankan pencegahan Pandemi Covid-19 ini mendapatkan reaksi dari seorang supir angkutan. Dia membuat video yang berisi curhatan hati karena larangan mudik.

Seorang lelaki berbaju merah dan berambut agak panjang membuat video dari dalam mobil. Berikut isi curhatannya melalui akun twitter @Ceuceu_Corason 


Bapak walikota
Bapak bupati
Bapak-bapak yang duduk di kursi DPR dan MPR
Serta semua yang menjadi penguasa di negeri ini

Apakah kalian sudah berpikir ulang
dengan menutup pintu keluar masuk pintu Provinsi
Yang secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami

Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu
saat anak-anak kalian tertawa gembira
Jangan biar kami kelaparan disaat kalian terlelap tidur karena kekenyangan

Karena anak istri, berikut kredit mobil dan semua-semuanya
tidak ditanggung oleh negara

Kenapa harus kami yang dikorbankan
Kenapa harus kami yang dikorbankan karena ketakutan kalian
yang sama sekali tidak kami takuti

Yang kami takuti apabila anak dan istri kami mati kelaparan
karena tidak makan Pak
Siapa yang mau bertanggungjawab

Padahal kamu kan beragama, kalian kan beragama
Dan Allah menyurus kami tetap bertanggungjawab terhadap anak dan istri kami
Itu yang kami pertanggungjawabkan di akhirat nanti

Kenapa kami selalu dihadapkan dengan aparat hukum
Dibentak, dihardik seakan kami teroris
Padahal kami ini pejuang, pahlawan bagi keluarga kecil kami pak

Di saat kalian berbagi THR
Kami hanya bisa berkata, ‘Apakah Esok Hari Anak-anak Kami dapat Makan?’

Apakah kalian pernah merasakan di saat semua orang tidur nyenyak
Ada seorang supir tetap terbangun dan bekerja untuk menafkahi keluarganya
Demi memberikan kehidupan yang layak untuk anak istrinya

Apakah ada cara lain yang bijak untuk tidak membunuh mata pencaharian kami

Berilah aturan yang adil
Berilah aturan yang adil buat kami
semoga bapak-bapak yang jadi penguasa disana mendapatkan hidayah
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.