Perketat Pendatang Masuk Kota, Pospam Kartasura Temukan Kasus Reaktif

oleh -4 views
Aparat makin memperketat pendatang yang masuk ke kota. Di Solo, Boyolali dan Sukoharjo, anggota komisi 3 DPR RI Eva Yuliana melakukan cek Pospam perbatasan. (Foto: rmoljateng)

SUKOHARJO-Sehari menjelang Hari Raya Natal, aparat makin memperketat pendatang yang masuk ke kota. Di Solo, Boyolali dan Sukoharjo, anggota komisi 3 DPR RI Eva Yuliana melakukan cek Pospam perbatasan.

“Kami selaku Komisi 3 ikut melakukan pemantauan dan pelaksanaan Maklumat Kapolri dalam peringatan Natal dan Tahun Baru. Kami pastikan seluruh protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik,” ungkap Eva Yuliana, saat cek pospam Kartasura Sukoharjo, Kamis (24/12).

Tim pospam juga ada giat penyekatan bagi pendatang dengan mobil plat luar kota. Lalu dilakukan rapid tes antigen. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran dari luar kota.

“Sejauh ini penyekatan yang dilakukan cukup efektif. Minimal bisa memantau dan mencegah penyebaran virus covid19,” imbuh Eva yang didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Kapolres Sukoharjo menambahkan, penyekatan dilakukan secara berkala pada jam tertentu. Utamanya di sejumlah pos pantau seperti di Terminal Sukoharjo.

“Penyekatan dilakukan di lima pospam di Kartasura, Solobaru, Proliman kota, terminal Sukoharjo dan simpang tugu Kartasura,” kata AKBP Bambang.

Selain itu tim patroli juga terus bergerak memantau kesiapan natal di sejumlah Gereja. Terdata ada 30 gereja di Sukoharjo yang dipantau.

“Kita pastikan gereja aman melaksanakan ibadah. Mematuhi protokol kesehatan,” tegas Kapolres.

Diketahui dari sejumlah penyekatan reapid tes, ada sejumlah temuan diantaranya hasil reaktif dan warga membawa surat jalan hasil rapid yang sudah kadaluarsa.

Seperti pemudik Agus (50) asal Bogor mau menuju Wonogiri. Saat di cek petugas ia membawa hasil rapid tes tanggal 15 Desember 2020, yang artinya sudah tidak berlaku. Namun saat dites lagi hasilnya non reaktif.

“Sehari ini ada 100 tes antigen yang kami lakukan. Hanya ada satu yang reaktif yakni dari Jawa Timur menuju Jogja. Kami rekomendasikan untuk tes swan lalu isolasi mandiri,” kata petugas kesehatan Puskesmas Kartasura, Eni Kismayani. (rmoljateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *