Putra Abu Bakar Ba’asyir: Tidak Ada Acara Penyambutan, Kami Mohon Maklum Masih Pandemi Covid19

oleh -65 views
Ustadz Iim (RMOLJateng)

JOGLOSEMAR-Kabar kepulangan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir disambut antusias oleh keluarga dan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. Rencana penjemputan langsung dikoordinasikan dengan pihak Pondok dan penasehat hukum TPM (Tim Pengacara Muslim).

Baca: Jelang Kepulangan Abu Bakar Ba’asyir di Ngruki, Polisi: Kami Tegas Larang Adanya Kerumunan Massa

“Kami langsung koordinasi dengan TPM dan Pondok (Al Mukmin), juga Polsek Grogol. Ustadz Abu Bakar akan pulang ke Pondok, rencana besuk (Selasa-red) kami (keluarga) akan berangkat ke Jakarta menjemputnya,” ungkap Abdul Rochim, putra Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang biasa disapa Ustad Iim, pada awak media di Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Senin (4/1) malam.

Ustad Iim berharap proses kepulangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir berjalan lancar, mengingat beliau sudah sepuh, dengan usia 83 tahun.

“Rencana akan pulang dengan jalan darat. Nanti pakai mobil dikawal tim kesehatan dari Mer-C, TPM dan mungkin dikawal Densus juga, karena tahanan teroris, kalau memang itu prosedurnya kita ikut saja,” imbuh Ustadz Iim.

Kabar kebebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kali ini sangat dipercaya oleh pihak keluarga, meskipun sudah beberapa kali kabar tersebut muncul tapi akhirnya batal.

“Kami selalu percaya pada pemerintah. Kalau saat ini memang masa penahanan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sudah selesai jadi tidak alasan ditunda,” tandasnya.

Ustadz Iim selaku keluarga menegaskan bahwa tidak ada acara penyambutan atau sejenisnya. Bahkan pihaknya berharap masyarakat tidak datang ke pondok yang nanti bisa menimbulkan kerumunan.

“Kami tidak ada acara apapun. Kami himbau tidak ada kerumunan, kami mohon maklum karena masih masa pandemu Covid19, termasuk kami akan batasi tamu atau orang yang akan bertemu dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, untuk saling menjaga kesehatan utamanya kesehatan,” imbuh Ustadz Iim.

Mengenai kondisi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Ustadz Iim mengaku kondisinya sehat sesuai kondisinya yang sudah sepuh.

“Saya bertemu beliau Akhir November kemarin, itupun cuma sebentar hanya menyapa saat beliau berada di RSCM, mohon doanya semua lancar,” tandasnya.

Diketahui Ustadz Abu ditangkap pada bulan Agustus 2010, dengan tuduhan teroris. Melalui persidangan, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki ini dihukum 15 tahun penjara. Sempat dipenjara di Nusa Kambangan, dengan alasan kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Bogor.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *