Suara Gemuruh Guguran di Puncak Merapi, Begini Penjelasan BPPTKG

oleh -32 views
BPPTKG

YOGYAKARTA – Suara gemuruh guguran kembali terdengar dari puncak Merapi, saat ini suara gemuruh tidak hanya terdengar dari pos Pengamatan Merapi, namun jauh dari lereng Gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB, Sabtu (19/12/2020) malam, terdengar empat kali suara gemuruh guguran.

“Gemuruh guguran kali ini tidak hanya terdengar di pos pengamatan Babadan dan Jrakah saja. Namun terdengar agak jauh juga seperti di Desa Tunggularum, Wonokerto, Turi Sleman,” terangnya kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).

Dijelaskannya dengan suara gemuruh guguran yang terdengar ini, menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi yang masih tinggi. Desakan magma, menyebabkan terjadinya gempa guguran sehingga menjadikan dinding lava yang berada di puncak labil dan runtuh. “Namun memang belum ada kubah lava baru,” katanya.

Dari laporan yang masuk kata dia, sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 pagi ini, gempa guguran tercatat sebanyak 27 kali. Kemudian gempa hembusan sebanyak 23 kali, gempa fase banyak 95 kali dan gempa vulkanik dangkal 15 kali.” Status Merapi masih siaga atau level III,” tandasnya.

Dengan kondisi ini BPPTKG merekomendasikan jarak sampai dengan 5 km dari puncak Merapi harus bebas dari aktivitas manusia mhak ini untuk antisipasi awan panas serta potensi lahar melalui alur alur sungai di lereng Merapi.

“Kita belum bisa prediksi kapan terjadi erupsi namun memang sudah dekat untuk fase erupsi ini,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *