Tagar #TangkapAnakPakLurah, Kaesang Cuit Isi Rekening Gibran

oleh -659 views
Twitter Kaesang

SOLO-Nama putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan tanda pagar (tagar) #TangkapAnakPakLurah bertengger sebagai cuitan terpopuler atau trending topic di Twitter.

Gibran, yang juga keluar sebagai pemenang Pilkada Solo 2020, terseret kasus korupsi dan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang dilakukan oleh eks Mensos Juliari Batubara.

Berdasarkan laporan Majalah Tempo, Gibran diduga memberikan rekomendasi kepada PT Sri Rejeki Isman atau Sritex untuk mendapatkan tender produksi tas paket bansos. Dalam artikel Majalah Tempo berjudul “Otak-Atik Paket Bansos dan Jatah untuk Pejabat Negara”, sumber Tempo menyebut Gibran sebagai “Anak Pak Lurah”. Pak Lurah sendiri mengacu pada sosok Jokowi.

Berdasarkan pantauan joglosemar.radarcirebon.com hingga Senin (21/12) hastag #TangkapAnakPakLurah pun trending. Tak terima dengan isu tuduhan korupsi tersebut, Kaesang pun membongkar isi rekening tabungan Gibran. Hal itu disampaikan Kaesang di akun Twitternya @kaesangp, Selasa 22 Desember 2020.

Isi rekeningmu @Chilli_Pari tuh berapa to? 35rb wae gak punya,” bunyi cuit Kaesang.

Dalam unggahan tersebut, Kaesang juga menampilkan bukti Chat dengan Gibran yang mau meminjam uang Rp35 ribu itu, begini percakapannya:

Gibran: bawa Token BCA gak?

Kaesang: Token BCA yang mana?

Gibran: BCA mu

Kaesang: ohh

Gibran: Bantu transfer

Kaesang: gak punya

Gibran: 35rb tok tok

Kaesang: ning ndi? Aku masih ada saldo gopay

Warganet pun bereaksi. Salah satunya Chen Arnold yang merupakan partnet bisnis kuliner Kaesang dan Gibran.

“Katanya korupsi, 35 ribu gak punya,” cuit Arnold

“35rb jawa bisa jadi 35 jt….seperti 1jt biasa orang jawa bilangnya seribu….lagian transfer 35rb tok kok yo pake token???Mbanking wae cukup….BTW aku melu ditransferi mas…melas je pengangguran…,” kata pemilik akun @specialmix

Sebelumnya, Gibran angkat suara mengenai isu korupsi tersebut. Dia mengatakan jika tidak pernah ikut campur maupun merekomendasikan PT Sritex untuk pengadaan goddie bag atau kantong sembako untuk bansos COVID-19. Ia juga mengaku tidak pernah menerima aliran dana dari proyek bansos tersebut.

“Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah ikut-ikut. Enggak pernah yang namanya ikut merekomendasikan, memerintah atau apapun itu. Saya enggak pernah menerima apapun dari dana-dana bansos, enggak pernah seperti itu,” jelasnya.

Dalam laporan investigasi Majalah Tempo, Gibran disebut merekomendasikan PT Sritex untuk pengadaan kantong bansos COVID-19.

Corporate Communication Head PT Sritex, Joy Citradewi, mengatakan PT Sri Rejeki Isman Tbk mendapatkan pemesanan tas goodie bag oleh Kemensos pada bulan April lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *