Tahan Emosi, Ganjar Pranowo: Saya Kaget Mosok Kantor Gubernur Banjir, Tidak Mungkin Segede Itu

oleh -696 views
Melihat Kantor Gubernur Kebanjiran, Ganjar Mosok Kantor Gubernur Banjir (Foto Istimewa)

JOGLOSEMAR-Ganjar yang menerima kabar tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di kompleks Kantor Gubernur, Ganjar langsung menuju lokasi proyek pembangunan gedung DPRD. Letaknya di samping gedung B kantor Gubernur Jateng.

Baca: Pak Ganjar Pranowo, Ada 38 Jembatan Lawas di Jawa Tengah, Dibangun Sejak Tahun 1970-1980

Sebab, Ganjar menduga air hujan yang menggenangi kantornya merupakan imbas dari adanya pembangunan gedung baru DPRD tersebut.

“Saya kaget aja mosok kantor gubernur banjir. Agak aneh. Saya tanya BMKG, hujannya cukup lebat, saya minta cek kirimannya dari mana. Agak aneh karena baru terjadi hari ini. Saya minta semacam audit air datang darimana, karena kalau dari sekitar sini saja. Tidak mungkin segede itu,” kata Ganjar saat memantau, Selasa (23/2/2021).

Dengan sedikit menahan emosi, Ganjar meminta agar pihak kontraktor pembangunan gedung itu menjebol tanggul kecil. Untuk membatasi kawasan gedung B dan lokasi proyek. Agar air bisa mengalir dan tak menggenangi kompleks kantornya.

“Di parkiran air tidak bisa kelurahan, impossible (mustahil), pasti ada tersumbat. Ketahuan, pembangunan gedung DPRD ini. Karena ternyata antar bangunan ini (gedung B) sampai dengan pintu pagar di sana yang di bawah. Dipakai untuk jalur parkir termasuk seandainya air lewat, posisinya sudah miring,” jelas dia.

“Ternyata ada tanggul kecil yang nutup antara gedung ini sampai pagar sana. Sempat dijebol tadi. Tanggulnya kecil sekali sebetulnya, beberapa centimeter untuk dudukan pagar tenyata berdampak,” sambungnya.

Ganjar juga meminta saluran air yang terletak di kawasan kantor gubernur untuk dikeruk begitu juga sampah yang menumpuk. Sebab dia melihat ada pendangkalan di saluran air.

“Pukulan keras debit air tinggi (alirannya) satu lurus, satu belok kanan. Yang kanan tidak kelihatan karena selokan tertutup tidak kelihatan, ada yang ada ram-raman besi, kelihatan ada sedimentasi,” kata dia.

“Saya minta malam ini dikeruk, takutnya selokan yang tidak kelihatan itu ternyata tersumbat. Kalau bisa diambil sampahnya harapannya bisa lancar,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *