Villa 2 lantai di Desa Gintungan Bandungan Semarang Jadi Tempat Pelatihan Teroris

oleh -39 views
Vila di kawasan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah yang diduga disewa Jamaah Islamiyah sebagai pusat pelatihan teroris. (Foto: IST)
Vila di kawasan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah yang diduga disewa Jamaah Islamiyah sebagai pusat pelatihan teroris. (Foto: IST)

SEMARANG-Tim Densus 88 Antiteror Polri mengungkap pusat latihan jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah. Salah satunya di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, di lokasi tersebut Jamaah Islamiyah menyewa sebuah vila dua lantai.

Vila selain dipakai untuk latihan juga digunakan tempat istirahat para anggota JI.

Dari vila itulah para anggota muda dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” kata Argo dalam keterangannya, Minggu (27/12).

Dia menuturkan, di pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri, menggunakan pedang dan samurai sampai penyergapan, dan perakitan bom.

Salah satunya adalah teroris Joko Priyono alias Karso yang ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto.

Karso ditangkap pada 2019 lalu dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3 tahun 8 bulan penjara.

Para kader baru Jamaah Islamiyah yang umumnya anak-anak muda cerdas dari beberapa pondok pesantren tersebut direkrut secara profesional.

Target jaringan tersebut mendapatkan anak cerdas dengan peringkat 1-10 di ponpesnya untuk dijadikan pemimpin masa depan Jamaah Islamiyah.

“Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih,” beber Argo.

Mantan Kapolres Nunukan ini menambahkan, para anggota muda itu dilatih seperti militer supaya bisa bertempur apabila dalam situasi penyerangan.

“Termasuk juga menggunakan senjata api dan dilatih menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur sampai ahli sergap yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus,” urai Argo.

Sejauh ini total sudah tujuh angkatan sebanyak 95 anggota muda yang dilatih di sejumlah pusat pelatihan yang tersebar di Jawa Tengah.

“Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom,” kata Argo.

Selama proses perekrutan dan pelatihan tersebut, sudah banyak anggota Jamaah Islamiyah yang dikirim ke Suriah sejak 2013-2018 dengan dana yang sudah disiapkan oleh jaringan tersebut.

“Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI),” pungkas Argo. (jpnn/pojoksatu/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.