Wakil Wali Kota Yogya: Masih Dijumpai Warga Menolak Mengubah Perilaku di Tengah Pandemi

oleh -22 views
Wakil Wali Kota Yogya, Heroe Purwadi

YOGYAKARTA-Upaya pencegahan penularan Covid-19 melalui perubahan perilaku, belum mendapat respons positif di tengah warga Kota Yogyakarta. Dari 281.029 warga yang diedukasi duta perubahan perilaku, sekitar 0,16 persen, atau setara dengan 450 orang yang tidak mau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Wakil Wali Kota Yogya, Heroe Purwadi mengatakan, 200 duta perubahan perilaku yang dibentuk Pemkot Yogya dan BNPB, diterjunkan untuk mengedukasi warga.

“Hasilnya, masih dijumpai warga yang menolak mengubah perilaku di tengah pandemi ini. Masih banyak warga yang tak bersedia mengubah perilaku, meski persentasenya kecil, tapi ini jadi perhatian,” ujarnya.

Namun, lanjut Heroe, dari 450 orang tersebut, tidak seluruhnya merupakan warga Kota Yogya, karena ada beberapa ditemui di jalan dan mengaku tidak ber-KTP Yogya, atau pendatang, dan masyarakat yang berada di objek-objek wisata yang ramai pengunjung.

“Di antaranya, kawasan sarat wisatawan, Malioboro, mereka yang menolak perubahan perilaku itu, ya karena merasa suduh cukup pakai masker saja, tidak perlu protokol kesehatan yang lain. Artinya, dengan begitu saja, mereka percaya tak akan kena virus,” ujarnya.

Selain 0,16% masyarakat yang tidak bersedia mengubah perilaku, dijumpai pula 45,88% atau 128.934 orang berkomitmen menjalankan prokes secara disiplin sejak awal.

Lalu, 53,96% atau 151.645 orang menyatakan dukungan terhadap penanganan corona. Data itu dihimpun dari hasil duta perubahan perilaku, yang terdiri dari empat orang setiap kecamatan, ditambah 40 generasi muda dari Pusat Informasi Konseling Remaja.

“Kami juga menyiapkan tim untuk bergerak langsung ke masyarakat. Jadi, mereka bergerak di kelurahan-kelurahan ya, untuk membagikan flyer, sekaligus menegur dan mengingatkan mereka yang belum taat,” ujarnya.

Sementara itu, di tingkat provinsi, Juru Bicara Pemda DIY, Berty Murtiningsih mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Kamis (17/12/2020) mencapai 224 kasus positif, berdasar pemeriksaan terhadap 1.771 sampel atau 1.587 orang.

Menurut Berty, saat ini total sampel diperiksa mencapai 134.253 atau 114.565 orang dengan jumlah total kasus positif mencapai 8.860 kasus.

Sedang kasus sembuh dilaporkan sebanyak 60 orang, dengan demikian total kasus sembuh menjadi sebanyak 5.905 kasus, sedang pasien meninggal, dilaporkan dua orang, dan total kasus meninggal di DIY, 177 kasus.

Dikatakan, saat ini angka suspect di DIY mencapai 19.056 orang, dengan 198 suspect dalam pemantauan. Sedang kasus aktif di seluruh kabupaten/kota mencapai 2.778. Berty juga menyatakan, case recorvery rate DIY mencapai 66,65%, sedangkan case fatality rate, 2,00%. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.